Materi Bahasa Indonesia SD Kelas II : Membaca Nyaring
Membaca
nyaring merupakan kegiatan yang dilakukan dengan vokal yang keras dan jelas.
Keras di sini dalam arti tidak sampai berteriak-teriak. Hal ini dimaksudkan
supaya orang lain mengetahui apa yang kita baca. Dalam membaca nyaring harus
memperhatikan intonasi, lafal dan jeda. Selain itu, harus bisa berekspresi
sesuai isi teks yang dibaca.
Intonasi
Intonasi
berarti ketepatan pengucapan bunyi bahasa. Dengan intonasi yang tepat, kamu
bisa mengucapkan sebuah kalimat yang sama dengan intonasi yang berbeda.
Contoh:
Tian
salah paham kepada bapak.
Tian
salah paham kepada bapak?
Tian
salah paham kepada bapak!
Lafal
Lafal
adalah cara seseorang atau sekelompok orang dalam suatu masyarakat bahasa
mengucapkan bunyi bahasa. Suatu kata dapat diucapkan secara berbeda-beda oleh
beberapa orang atau kelompok orang, tergantung dari latar belakang mereka,
tempat tinggal mereka, pendidikan mereka, dll. Setiap suku kata dilafalkan
berdasarkan satuan suara (fon).
Jeda
Jeda
adalah penghentian saat berbicara atau membaca. Jeda juga berhubungan dengan
intonasi,
penggunaan
intonasi yang baik dapat ditentukan pula oleh penjedaan kalimat yang tepat.
Untuk kalimat panjang penempatan jeda dalam pengucapan menentukan ketersampaian
pesan. Dengan jeda yang tepat pendengar dapat memahami pokok-pokok isi kalimat
yang diungkapkan.
Penggunaan
jeda yang tidak baik membuat kalimat terasa janggal dan tidak dapat dipahami.
Dalam bahasa lisan, jeda ditandai dengan kesenyapan. Pada bahasa tulis jeda
ditandai dengan spasi atau dilambangkan dengan garis miring [/], tanda koma
[,], tanda titik koma [;], tanda titik dua [:], tanda hubung [-], atau tanda
pisah [--]. Jeda juga dapat memengaruhi pengertian
atau
makna kalimat. Perhatikan contoh di bawah ini.
Menurut
pemeriksaan dokter Joko Susanto memang sakit
Kalimat
ini dapat mengandung pengertian yang berbeda jika jedanya berubah. Misalnya,
a.
Menurut pemeriksaan / dokter Joko Susanto / memang sakit.
(yang sakit dokter Joko Susanto)
b.
Menurut pemeriksaan dokter / Joko Susanto / memang sakit.
(yang memeriksa dokter dan yang sakit ialah Joko Susanto)
c.
Menurut pemeriksaan dokter Joko/ Susanto/ memang sakit.
(yang memeriksa bernama dokter Joko, yang sakit Susanto)
Ekspresi
Ekspresi adalah cerminan
sedang apa kondisi perasaan kita. Orang yang sedang bahagia akan terlihat bahwa
wajahnya cerah, senyum selalu terkembang di bibirnya, terlihat raut gairah
hidup dari mimiknya. Urat-urat wajah mengendur, bisa bikin awet muda katanya.
Sebaliknya orang yang
sedang sedih bisa dilihat dari wajahnya yang kusut, bermuram, seperti tidak ada
aura kehidupan terpancar dari wajahnya.
Orang yang sedang marah,
terlihat dari raut muka atau urat-urat muka dan tubuh yang menegang, tangan
mengepal, gigi gemeletuk, hidung kembang kempis.
Orang yang banyak pikiran
terlihat dari kelakuannya yang sering memegang kepalanya, serasa berat
sepertinya, bahkan saking beratnya pikiran, kadang menjambak sendiri rambutnya.
Orang yang sedang
malu-malu terlihat dari senyum yang setengah-setengah, wajah agak memerah,
cengar cengir sendiri!.

Post A Comment:
0 comments: