1. Kisah Nabi Ayub AS
Nabi
Ayub adalah putra dari Nabi Ishak bin Ibrahim AS. itu berarti Nabi Ayub adalah
cucu dari Nabi Allah yang mulia Ibrahim AS. Beliau seorang Nabi yang kaya raya.
sawah dan ladangnya sangat luas, tanamannya subur, dan binatang ternaknya
sangat banyak. beliau mempunyai beberapa putra yang baik dan berbudi.
Nabi
Ayub seorang yang suka mendermakan hartanya untuk fakir miskin, yatim piatu,
dan memuliakan tamu. Kekayaan yang dimiliki tidak melalaikan ibadahnya kepada
Allah dan tidak menyebabkan ia sombong.
Karena
kemuliaan Nabi Ayub AS tersebut Allah memberikan beberapa ujian kepadanya
melalui permohonan setan, di antaranya :
1.
Allah memberikan cobaan dengan mengambil semua harta Nabi Ayub AS. walaupun
hartanya habis dan jatuh miskin, Nabi Ayub tetap teguh imannya.
2.
Semua putra-putri kesayangannya Nabi AYub yang patuh dan berakhlak baik
meninggal dunia. Walaupun demikian Nabi Ayub tetap menghadapinya dengan rela
dan sabar.
3.
Allah mencoba Nabi Ayub dengan menderita sakit kulit selama kurang lebih 7
tahun. kondisi Nabi Ayub AS sangat memprihatinkan. Tubuh Nabi Ayub AS tidak ada
yang utuh kecuali lisan dan hatinya. Walaupun dengan kondisi demikian, beliau
tetap teguh imannya dan bertambah ibadahnya.
Kemalangan
yang diderita oleh Nabi Ayub AS membuat semua saudara, dan bahkan istrinya
menjauhinya, kecuali istri yang sangat setia dan penyabar yaitu Rahmah. Rahmah
dengan sabar merawat Nabi Ayub AS. Semua ujian itu adalah permohonan setan pada
Allah karena setan iri terhadap Nabi Ayub AS. Dengan sabar dan tabah Nabi Ayub
AS menjalani ujian tersebut dan terus berdoa kepada Allah agar disembuhkan
penyakitnya. Doa Nabi Ayub AS dikabulkan oleh Allah SWT dan beliau bisa sembuh
seperti sedia kala. Kekayaannya kembali seperti dulu lagi dan dianugerahi
kekayaan yang berlipat ganda.
2. Kisah Nabi Musa AS
a. Kelahiran Nabi Musa AS
Nabi
Musa anak dari Imran bin Yasar. Ibunya bernama Yukabad binti Dahat, dari
keturunan Bani Israil. Nabi Musa dilahirkan di Mesir yang ketika itu di bawah
kepemimpinan Raja Fir'aun yang zalim. Fir'aun seorang yang takabur, sombong,
dan mengaku dirinya sebagai Tuhan. Bagi yang tidak patuh dan tidak mempercayai
dia sebagai Tuhan akan dihukum mati.
Pada
suatu malam Fir'aun bermimpi. Dalam mimpinya ia melihat mahkotanya direbut oleh
seorang laki-laki dari Bani Israil. Setelah bangun, ia memerintahkan para ahli
nujum untuk mencari tahu tafsir tentang mimpinya itu. Para ahli nujum
memberitahu bahwa mimpi itu memberi isyarat akan datangnya seorang laki-laki
dari Bani Israil yang menjatuhkan kekuasaan Raja Fir'aun.
Mendengar
hal itu, Raja Fir'aun segera memrintahkan bala tentaranya untuk membunuh bayi
laki-laki yang baru lahir. Mendengar keputusan Raja Fir'aun, ibunda Nabi Musa
merasa takut jika nanti melahirkan kemudian bayinya dibunuh. Setelah Yukabad
melahirkan bayi yang diberi nama Musa, Allah mengilhamkan agar bayi itu
dihanyutkan ke sungai Nil. atas izin Allah, bayi itu dibawa arus dalam sebuah
peti menuju kolam pemandian istana Fir'aun. Peti itu ditemukan istri Raja
Fir'aun yang bernama Siti Asiah. Ia membawa bayi itu ke hadapan
Raja Fir'aun dan hampir saja membunuhnya. Asiah berkata "Janganlah engkau
bunuh bayi ini karena saya menyayanginya. Sebaiknya kita jadikan anak. Bukankah
kita tidak mempunyai anak?" Sejak itulah Musa menetap di istana Fir'aun
dan menjadi anak angkatnya.
b. Masa Dewasa Nabi Musa AS
Setelah
Musa dewasa, Allah memberikan anugerah kepadanya berupa ilmu pengetahuan dan
hikmah. Pada suatu ketika, Nabi Musa berjalan-jalan melihat keadaan kota,
tiba-tiba, ia bertemu dengan dua orang yang sedang berkelahi. Satu orang
golongan Qibti (golongan kerajaan) yang satu dari golongan Bani Israil
(golongan Nabi Musa). Ketika Nabi Musa AS hendak mendamaikan keduanya, orang
Qibti tidak mau berdamai. Dia sangat sombong karena merasa berasal dari
golongan raja. karena tidak mau, Nabi Musa menamparnya hingga jatuh dan
meninggal.
Nabi
Musa menyesali kejadian itu, ia pun memohon ampun kepada Allah. Berita kematian
orang Qibti itu sampai kepada Fir'aun. Ia memerintahkan tentaranya untuk
menangkap Nabi Musa AS. akan tetapi sebelum itu terjadi, ada seseorang yang
memberitahu tentang rencana Fir'aun. Dia menyarankan agar Nabi Musa AS segera
meninggalkan Mesir. Nabi Musa AS pun menurutinya, ia pergi sejauh-jauhnya tanpa
tahu arah yang dituju.Nabi Musa AS berhenti di sebuah tempat, di sana ia
melihat banyak penggembala sedang mengambil air untuk kambing-kambing mereka,
diantara para penggembala itu ada dua orang gadis yang sedang menunggu. Nabi
Musa AS pun menolong kedua gadis tersebut. Kemudian Nabi Musa AS ditawari untuk
singgah di rumah orang tua gadis itu, yang tidak lain adalah Nabi Syu'aib AS.
Akhirnya Nabi Musa AS untuk menjadi menantunya.
3. Kisah Nabi Isa AS
a. Kelahiran Nabi Isa AS
Nabi
Isa lahir di kota Betlehem atau Palestina pada tahun 622 Sebelum Masehi. Nabi
Isa adalah putra dari Maryam. Kakeknya bernama Imran yaitu seorang tokoh Bani
Israil. Sejak Imran meninggal, Maryam diasuh oleh Nabi Zakaria di lingkungan
Baitul Maqdis. Selama hidupnya diisi dengan beribadah kepada Allah SWT dan
tidak pernah berhubungan dengan laki-laki.
Suatu
ketika, Malaikat Jibril diutus Allah SWT untuk memberi kabar bahwa Maryam akan
mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Mendengar berita itu, Maryam
merasa bingung dan bertanya: " Mungkinkah aku akan mempunyai seorang anak
sedang aku belum bersuami?" Malaikat Jibril pun menjelaskan bahwa tidak
ada yang tidak mungkin bagi Allah. Jika Allah menginginkannya, maka akan
terjadi karena Allah Maha Kuasa.
Berita
yang disampaikan Jibril ternyata benar dan Maryam pun mengandung. Melihat
Maryam hamil tanpa suami, orang-orang mencemoohnya dan menuduhnya sebagai
wanita yang hina. Maryam merasa malu, tapi ia sabar dan pasrah dengan semua
kehendak Allah. Untuk menghindari ejekan orang, Maryam pun meninggalkan Baitul
Maqdis dan pergi ke kampung asalnya di desa Annasirah. Ketika waktu
melahirkan pun tiba, Maryam pun meninggalkan rumah untuk mencari tempat sepi
dan jauh dari keramaian. Ia berhenti di bawah sebuah pohon kurma dan melahirkan
bayi laki-laki. Sesuai petunjuk Malaikat Jibril, bayi itu diberi nama Isa
Al-Masih. Tempat lahirnya Nabi Isa AS diberi nama Bait al Lahmi atau
dikenal dengan nama Bait Lehem. Orang-orang kini menyebutnya Betlehem.
Setelah
melahirkan, Maryam pun pulang bersama putranya. Orang-orang pun kembali
mencemoohnya dan menuduhnya sebagai anak haram. Mereka menanyakan bagaimana
bisa seseorang wanita melahirkan bayi tanpa seorang suami. Maryam pun tetap
diam. Namun karena didesak, Maryam memberi isyarat kepada orang-orang agar
menanyakan langsung kepada bayinya. Orang-orang pun heran dan berkata :
"Bagaimana mungkin kami dapat berbicara dengan seorang bayi yang masih
dalam ayunan?" Dengan kekuasaan Allah, Nabi Isa AS yang masih bayi menjawab,
sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur'an :
"Berkata
Isa : "Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al Kitab (Injil)
dan Dia menjadikan aku seorang Nabi." (QS. Maryam : 30).
b. Nabi Isa AS diangkat menjadi Rasul
Nabi
Isa AS tumbuh menjadi anak yang baik. Teman-temannya mengenal dirinya sebagai
anak yang taat beribadah, hormat pada orang tua, penyabar, cerdas, dan suka
menolong. Teman-temannya pun sangat senang kepadanya.
Ketika
Nabi Isa AS berusia 30 tahun, Allah mengangkatnya menjadi Rasul. Saat itu, ia
bersama ibunya sedang berada di sebuah gunung bernama Zaitun. Tiba-tiba
Malaikat Jibril datang membawa wahyu dari Allah dan memberi kabar bahwa dirinya
diangkat menjadi seorang rasul.
Sejak
saat itu, nabi Isa AS mulai menyebarkan wahyu yang ia dapatkan. Kumpulan wahyu
yang diberikan kepadanya terdapat dalam kitab suci Injil. Kitab Injil berisi
ajaran tauhid, yaitu meng-Esakan Allah SWT.
Begitu
juga dalam kitab Injil juga dikabarkan akan datangnya hari kiamat dan seorang
rasul terakhir yang menyempurnakan ajaran rasul-rasul sebelumnya, yang bernama
Ahmad (Muhammad).
Ajaran
yang dibawa Nabi Isa AS menyempurnakan ajaran yang dibawa Nabi Musa AS. Saat
itu, banyak pendeta Yahudi yang menyelewengkan ajaran Nabi Musa AS. Para pendeta
itu mengajarkan bahwa berkorban harta untuk para pendeta sama dengan berkorban
untuk Allah. Akibatnya, para pendeta hidup kaya raya, sedangkan kaumnya hidup
menderita.
Nabi
Isa AS sangat giat berdakwah. Namun, ia mendapat tantangan yang sangat keras dari
para pendeta Yahudi dan para pembesar kerajaan. Mereka takut kehilangan harta
yang mereka dapatkan dari kaumnya. Padahal sesungguhnya mereka mengetahui bahwa
ajaran Nabi Isa AS adalah benar. Sedikit sekali kaum Yahudi yang mengikuti
ajaran Nabi Isa AS. Mereka yang menjadi pengikut Nabi Isa AS ini disebut kaumHawariyyun.
Untuk
menghancurkan ajaran Nabi Isa AS, kaum Yahudi menuduh Nabi Isa AS telah memecah
belah mereka sehingga membuat para tokoh Yahudi marah. Mereka meminta Nabi Isa
AS membuktikan kerasulannya. Allah pun memberi nabi Isa AS mukjizat, antara
lain Nabi Isa AS dapat membuat burung dari tanah yang dapat hidup dan terbang,
dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta, dapat menghidupkan orang
mati, dapat menurunkan makanan dari langit, dan dapat menebak makanan yang
dimakan dan disimpan orang.
Melihat
semua mukjizat Nabi Isa AS, kaum Yahudi tetap tidak mau beriman. Mereka bahkan
meminta pasukan kerajaan untuk menangkap dan membunuh Nabi Isa AS. Nabi Isa AS
pun bersembunyi, namun seorang pengikutnya bernama Yudas Iskariot atau lebih
dikenal dengan nama Yahuza berkhianat dan menunjukkan tempat persembunyian Nabi
Isa AS. Namun Allah melindungi Nabi Isa AS dengan mengangkatnya ke langit.
Sedangkan Yahuza Allah menyerupakan dirinya seperti Nabi Isa AS. Tentara
kerajaan pun menangkap Yahuza yang dikiranya adalah Nabi Isa AS tersebut,
kemudian membunuhnya dengan cara disalib.

Post A Comment:
0 comments: